DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2026, sebanyak 13 proposal dosen UMS Rappang dinyatakan lolos pendanaan dari Kementerian melalui program BIMA serta skema hilirisasi.
Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kualitas riset dan pengabdian yang dikembangkan sivitas akademika UMS Rappang, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Kepala LP3M UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si., menjelaskan bahwa dari total proposal yang lolos, sebagian didanai melalui program BIMA yang rutin diikuti setiap tahun, sementara skema hilirisasi menjadi pencapaian baru bagi kampus tersebut.
“Untuk hilirisasi, ini adalah yang pertama kalinya bagi UMS Rappang. Sementara untuk BIMA, alhamdulillah hampir setiap tahun kami mendapatkan pendanaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, proposal yang lolos berasal dari berbagai skema kompetitif dalam program BIMA, di antaranya Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Disertasi Doktor, serta Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas dosen, baik dalam penyusunan proposal maupun penguatan luaran penelitian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya dosen UMS Rappang semakin kompetitif di tingkat nasional.
“Ini menjadi bukti bahwa dosen-dosen UMS Rappang mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan dari pemerintah melalui pendanaan riset,” katanya.
Menariknya, Program Doktoral UMS Rappang yang tergolong baru juga berhasil meraih pendanaan dalam Skema Penelitian Disertasi Doktor. Padahal, program doktor di kampus tersebut belum genap satu tahun berjalan.
“Artinya, meskipun program doktoral kita baru beberapa bulan, Kementerian telah memperhitungkan kualitasnya melalui kelolosan pada skema Penelitian Disertasi Doktor,” tambahnya.
Rektor juga menyoroti capaian pada skema penelitian lanjutan seperti penelitian fundamental yang menunjukkan bahwa dosen UMS Rappang mulai beralih dari skema pemula ke level penelitian yang lebih kompetitif. Hal ini menjadi indikator positif perkembangan institusi.
UMS Rappang pun berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas partisipasi dosen dalam berbagai program hibah nasional di masa mendatang.
Daftar Penerima Hibah Program BIMA 2026:
Skema Penelitian Dosen Pemula:
- Afrilia Cahyani, S.H., M.H.
Skema Penelitian Fundamental Reguler:
- Dr. Sapri, S.Sos., M.Si.
- Dr. Hj. A. Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si.
- Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.
- Dr. Pratiwi Ramlan, S.Farm., Apt., M.A.P.
- Dr. Musdalifah Mansur
- Kamaruddin Sellang, S.A.P., M.A.P. (anggota: Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si.)
Skema Penelitian Disertasi Doktor:
- Dr. Pratiwi Ramlan, S.Farm., Apt., M.A.P. (anggota: Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si.)
- Dr. Hj. A. Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si.
Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat:
- Bahtiar Herman, S.E., M.M.
- Dr. Pratiwi Ramlan, S.Farm., Apt., M.A.P.
Sementara Skema Hilirisasi:
- Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si.
- Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.
















