DENTUMNUSANTARA.com.Pada perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah, Masjid Nurus Samawati, Parepare, menggelar shalat Id yang dihadiri oleh ratusan jamaah. Khutbah disampaikan oleh Ustaz Badaruddin Haba, Lc., dengan judul “Sambut Hari Kemenangan dengan Lestarikan Nilai Ramadhan”.
Dalam khutbahnya, Ustaz Badaruddin menyampaikan bahwa Idul Fitri adalah hari penuh kegembiraan bagi umat Islam. Ini adalah hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadhan selama satu bulan penuh. Umat Islam berbahagia karena telah disucikan oleh Allah, kembali kepada fitrah, dan dibebaskan dari kewajiban berpuasa. Selain itu, kebahagiaan juga datang karena keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu selama Ramadhan.

Namun, di balik kegembiraan, Idul Fitri juga membawa kesedihan. Ada orang-orang yang tahun lalu masih bersama kita, namun kini telah tiada. Mereka yang dulu kita genggam tangannya, cium tangannya, dan minta maafnya, kini telah berpulang ke alam lain yang tidak akan kembali lagi. Perasaan haru ini hanya bisa diobati dengan lantunan takbir yang mengagungkan kebesaran Allah.
Ustaz Badaruddin juga menekankan bahwa 1 Syawal adalah hari perpisahan dengan bulan Ramadhan. Meskipun Ramadhan akan datang kembali, tidak ada jaminan bahwa kita masih akan menjumpainya tahun depan. Oleh karena itu, yang paling penting adalah melestarikan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.
Melestarikan Nilai-Nilai Ramadhan
Penceramah menguraikan empat nilai utama Ramadhan yang harus terus dijaga:
1. Menanamkan Rasa Takut kepada Allah
Ramadhan mengajarkan umat Islam untuk takut kepada Allah dalam setiap perbuatan. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golonganku.” (HR. Ibn Hibban). Oleh karena itu, kejujuran dan ketakwaan harus tetap dijaga meskipun Ramadhan telah berakhir.
2. Meningkatkan Kepedulian Sosial
Islam mengajarkan untuk tidak bersikap egois. Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin dikatakan beriman jika ia kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Bukhari). Selama Ramadhan, umat Islam berpuasa untuk merasakan penderitaan orang yang kurang mampu. Oleh karena itu, setelah Ramadhan, kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan dhuafa harus terus ditingkatkan.
3. Memakmurkan Masjid
Ramadhan adalah bulan yang membuat masjid ramai dengan ibadah. Namun, keberhasilan Ramadhan bukan hanya diukur dari kepadatan masjid saat bulan suci, tetapi bagaimana masjid tetap makmur sepanjang tahun. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya shalat berjamaah, bahkan dalam hadis beliau bersabda, “Aku ingin membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, shalat berjamaah harus terus dijaga di bulan-bulan setelah Ramadhan.
4. Menjaga Silaturahmi
Idul Fitri adalah momentum untuk mempererat tali silaturahmi. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kebersamaan yang telah terjalin selama Ramadhan harus terus dipelihara sepanjang tahun.
Penutup
Ustaz Badaruddin menutup khutbahnya dengan ajakan untuk tetap istiqamah dalam beribadah, menjaga amal sholeh, dan tidak lalai setelah Ramadhan berlalu. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk tetap berpegang teguh pada ajaran-Nya dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.
















