Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
KesehatanDaerahMamasa

Gerindra Mamasa Desak Pemda Bergerak Cepat Tangani Kasus Salsabila dan Abizar

274
×

Gerindra Mamasa Desak Pemda Bergerak Cepat Tangani Kasus Salsabila dan Abizar

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, MAMASA — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Mamasa, Hj. Andi Faridha Fachri, menyampaikan keprihatinan mendalam atas viralnya kondisi dua anak di Mamasa yang diduga belum mendapatkan perhatian dan perlindungan layak, khususnya dalam akses layanan kesehatan.

Kedua anak tersebut adalah Salsabila (12), yang mengidap epilepsi dan mengalami stunting sejak lahir, serta adiknya Abizar (7), penyandang disabilitas dengan Down Syndrome. Kondisi mereka menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir dan memunculkan pertanyaan serius terkait pemerataan pelayanan kesehatan serta perlindungan sosial di daerah.

“Peristiwa ini bukan sekadar isu viral di media sosial, tetapi menjadi cerminan masih adanya persoalan serius dalam perlindungan anak dan pelayanan sosial di daerah kita,” ujar Andi Faridha, Senin.

Ia menegaskan, kedua anak tersebut merupakan tanggung jawab bersama, terutama pemerintah daerah sebagai pemegang amanah pelayanan publik. Menurutnya, tidak boleh ada pembiaran ataupun keterlambatan dalam penanganan kasus yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak.

Gerindra Mamasa, lanjutnya, mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui dinas terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, untuk segera turun langsung ke lokasi. Langkah cepat berupa asesmen lapangan, penanganan medis, serta pemenuhan hak-hak dasar anak dinilai sangat mendesak.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan konkret. Pastikan kedua anak ini mendapatkan perlindungan, perawatan, serta hak-haknya sebagai warga negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, kasus ini menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menghadapi tantangan besar. Karena itu, diperlukan komitmen lebih kuat dari pemerintah daerah agar tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan dasar.

“Tidak boleh ada pembiaran. Tidak boleh ada keterlambatan, karena setiap detik sangat berarti bagi masa depan mereka,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *