Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
SidrapBerita

Dari Sidrap untuk Barru: Peternak Ayam Petelur Pulang Bawa Ilmu dan Semangat Modernisasi

101
×

Dari Sidrap untuk Barru: Peternak Ayam Petelur Pulang Bawa Ilmu dan Semangat Modernisasi

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP – Upaya meningkatkan produksi telur dan memperkuat sektor peternakan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). Salah satunya dengan menggelar studi wawasan bagi peternak ayam petelur ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara swadaya tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas PKH Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, S.Sos. Rombongan disambut oleh perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidrap, manajemen Peternakan Putri Kembar, pihak Sanbe Farma, PT Melindo, serta sejumlah peternak lokal.

Kunjungan diawali di Peternakan Putri Kembar milik H. Haedir yang berada di Puncak Mario, Desa Mario, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap. Peternakan ini dikenal sebagai salah satu sentra ayam petelur terbesar di Sulawesi Selatan.

Perwakilan manajemen Peternakan Putri Kembar, Safar, menjelaskan bahwa usaha tersebut mulai dirintis sejak tahun 2005 dan kini berkembang pesat dengan populasi mencapai sekitar 100 ribu ekor ayam petelur. Populasi tersebut tersebar di 37 kandang produksi, didukung empat kandang pembibitan dan empat kandang peremajaan.

“Produksi telur saat ini mencapai sekitar 2.500 rak per hari dan menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan telur di Sulawesi Selatan,” ungkap Safar.

Tingginya permintaan pasar membuat pihak manajemen terus melakukan pengembangan usaha dengan membangun enam unit kandang baru untuk menambah kapasitas produksi. Selain menopang ketahanan pangan, usaha peternakan itu juga membuka lapangan kerja bagi sekitar 100 orang masyarakat setempat.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke peternakan ayam petelur milik H. Fatahuddin. Di lokasi tersebut, para peternak Barru mendapat pembelajaran langsung mengenai sistem kandang modern, pengelolaan usaha peternakan, hingga pentingnya menjaga hubungan harmonis antara pemilik usaha dan karyawan.

Menurut H. Fatahuddin, keberhasilan usaha peternakan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sistem produksi, tetapi juga perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

“Kalau karyawan merasa nyaman dan diperhatikan, maka usaha juga akan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Para peserta juga menyaksikan langsung proses pemeliharaan ayam petelur, pengelolaan pakan, sistem produksi telur, hingga usaha pendukung berupa pembuatan rak telur yang dikembangkan di area peternakan.

Melalui kunjungan tersebut, para peternak memperoleh wawasan baru mengenai manajemen pakan, pengendalian kesehatan ternak, sistem produksi telur, pengelolaan kandang semi modern hingga modern (close house), serta strategi pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas PKH Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, mengatakan Sidrap dipilih sebagai lokasi studi wawasan karena dikenal sebagai salah satu pusat peternakan ayam petelur terbesar di Sulawesi Selatan dengan sistem usaha yang maju dan efisien.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kesempatan kepada peternak Barru untuk belajar langsung dari pelaku usaha yang telah sukses mengembangkan peternakannya. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing peternakan ayam petelur di Kabupaten Barru,” katanya.
Ia menambahkan, Barru memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ayam petelur.

Namun peningkatan populasi dan produksi harus didukung penerapan manajemen usaha yang baik, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan kandang yang lebih modern.

Selama kegiatan berlangsung, para peternak terlihat aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan teknis, mulai dari ventilasi kandang, efisiensi penggunaan pakan, pencatatan produksi harian, hingga cara menekan angka kematian ternak agar usaha lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui studi wawasan ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap para peternak semakin termotivasi mengembangkan usaha secara profesional, meningkatkan populasi dan produksi telur, sekaligus memperkuat kontribusi sektor peternakan terhadap ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *