Dentumnusantara.com, ENREKANG, – Suasana haru dan penuh doa mengiringi pelepasan 191 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Enrekang yang digelar di Aula Kantor Bupati Enrekang, Kamis malam (22/5/2025). Bupati Enrekang secara resmi melepas keberangkatan para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pesan agar seluruh CJH menjaga kekompakan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah. “Baku jagaki di sana. Kita semua keluarga di sana, jangan bilang kita tidak baku kenal,” ujarnya penuh kehangatan.
Acara diawali dengan laporan dari Ketua Panitia Pemberangkatan Haji, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Enrekang. Ia menjelaskan bahwa para jemaah akan memasuki Asrama Haji Sudiang Makassar pada Jumat, 23 Mei 2025 pukul 08.00 WITA. Kemudian, rombongan akan diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu, 24 Mei 2025 pukul 02.40 WITA.
Jumlah CJH asal Enrekang tahun ini mencapai 191 orang yang tersebar dari berbagai kecamatan. Rinciannya sebagai berikut: Kecamatan Enrekang 67 orang, Cendana 3 orang, Maiwa 20 orang, Anggeraja 36 orang, Baraka 18 orang, Alla 30 orang, Curio 8 orang, Malua 3 orang, Buntu Batu 1 orang, Baroko 2 orang, dan Bungin 3 orang. Sementara itu, Kecamatan Masalle tidak memberangkatkan jemaah tahun ini.
Bupati juga mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas semangat para jemaah. Ia berpesan agar semua peserta tetap menjaga kesehatan dan saling tolong-menolong selama menjalani ibadah di Tanah Suci. “Jangan segan saling membantu. Ingat, kita semua dari Enrekang, itu sudah jadi keluarga,” imbuhnya.
Kepala Kantor Kemenag Enrekang juga berharap agar seluruh jemaah dapat kembali dalam keadaan sehat dan lengkap. Ia memastikan bahwa tim pembimbing dan tenaga medis akan terus mendampingi dan memberikan pelayanan terbaik selama proses ibadah berlangsung.
Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh keluarga jemaah dan sejumlah pejabat daerah, yang memberikan doa dan dukungan penuh kepada para calon haji. Tangis haru pun tak terbendung saat rombongan resmi dilepas menuju perjalanan spiritual mereka.
















