DentumNusantara.com.BARRU — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Barru menyebabkan banjir merendam Jalur Trans Sulawesi di Lingkungan Labu Angge, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, pada. Genangan air setinggi paha orang dewasa membuat arus lalu lintas Makassar–Parepare sempat lumpuh dan menimbulkan antrean panjang Selasa 9 Desember 2025.
Banjir merendam badan jalan sepanjang kurang lebih 50 meter di satu jalur, terutama arah Parepare menuju Makassar, sehingga kendaraan tak bisa melintas.
Danramil Mallusetasi, Letda Inf. Andi Pallawagau, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat penumpukan air yang tidak dapat mengalir dengan cepat.
“Air menggenang setinggi paha orang dewasa di jalur Parepare–Makassar. Situasi ini sempat menghambat arus kendaraan dan pengguna jalan diminta berhati-hati,” ujarnya.
Kemacetan Mengular, Sistem Satu Arah Diterapkan
Untuk mengurai kepadatan, petugas gabungan dari Koramil Mallusetasi dan Kecamatan Mallusetasi menerapkan sistem satu arah. Arus kendaraan dari Makassar menuju Parepare tetap dapat melintas, sementara jalur sebaliknya ditutup sementara sampai kondisi memungkinkan.
Petugas TNI dan aparat kecamatan berjaga di lokasi untuk mengatur arus, memberikan imbauan keselamatan, hingga membantu pengendara melewati titik banjir.
Dinas PU Turun Tangan, Sumbatan Air Sudah Teratasi
Tim Dinas Pekerjaan Umum (PU) Barru bergerak cepat menangani penyumbatan air yang menjadi penyebab utama genangan. Setelah dilakukan pembukaan saluran dan pengaliran ke drainase, air mulai surut secara signifikan.
“Tim PU sudah melakukan pengaliran air ke drainase. Sumbatan air telah teratasi,” jelas Letda Andi Pallawagau.
UPDATE TERBARU: Jalur Sudah Bisa Dilalui Normal
Hingga informasi terbaru diterima redaksi pkl 11.15 Wita , jalur Trans Sulawesi di titik Labu Angge kini sudah dapat dilewati kendaraan dari kedua arah. Air telah surut dan petugas masih tetap berjaga untuk memastikan arus berjalan aman dan lancar.
Pengendara diminta tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih licin dan beberapa titik memiliki potensi kerusakan ringan pascagenangan.
Warga Harap Penanganan Permanen
Masyarakat sekitar berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan saluran air dan evaluasi drainase agar kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat jalur tersebut merupakan rute vital penghubung Makassar–Parepare.
















