DENTUMNUSANTARA.COM, Barru, 16 Juni 2025 — Rombongan kendaraan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Poros Barru–Parepare, tepatnya di wilayah Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Senin (16/6/2025).
Peristiwa tersebut melibatkan empat unit mobil dalam rombongan, masing-masing mobil dinas Bupati Sidrap, mobil Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sidrap, mobil protokoler Bupati Sidrap, serta satu mobil warga Sidrap yang turut dalam iring-iringan tersebut.
Meski keempat mobil mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dan belakang, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang berada dalam salah satu mobil tersebut, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat rombongan dalam perjalanan pulang usai menjemput jamaah haji di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
“Sepulang dari bandara, kami alami kecelakaan lalu lintas di daerah Barru, tepatnya sebelum perbatasan Parepare,” ungkapnya.
Menurut Syaharuddin, kecelakaan berawal dari kondisi jalan yang rusak dan mobil di bagian depan melakukan pengereman mendadak.
“Mobil patwal kami yang berada di belakang mobil tersebut juga mengerem. Mobil saya yang berada di belakang patwal pun ikut mengerem. Namun, mobil Kakan Kemenag yang berada di belakang saya tidak sempat menghindar dan menabrak mobil saya dari belakang,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, mobil protokoler yang berada di belakang mobil Kakan Kemenag juga ikut menabrak, disusul oleh mobil warga Sidrap yang juga menabrak mobil protokoler dari belakang.
Akibat insiden ini, keempat kendaraan mengalami kerusakan, dengan beberapa mobil tampak ringsek cukup parah.
“Tapi alhamdulillah semua selamat, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tadi,” tutup Bupati Syaharuddin.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Barru, AKP Ida Ayu Made Ari Suastini, membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar terjadi laka beruntun melibatkan rombongan Bupati Sidrap di wilayah Mallusetasi. Tidak ada korban jiwa dan pihak yang terlibat sepakat menyelesaikan peristiwa ini secara kekeluargaan tanpa melalui proses hukum,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berkendara, terlebih saat melintasi jalur rawan atau jalanan dengan kondisi rusak.
















