Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BarruDaerahPemerintahan

Otonomi Daerah Tak Sekadar Upacara: Wabup Barru Tekankan Aksi Nyata untuk Rakyat

121
×

Otonomi Daerah Tak Sekadar Upacara: Wabup Barru Tekankan Aksi Nyata untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

DENTUMNUSANTARA.COM, Barru – Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Kabupaten Barru berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati, Senin (27/04/2026). Wakil Bupati Barru, Dr. Abustan Andi Bintang, M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh unsur Forkopimda, ASN, TNI/Polri, kepala OPD, camat, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Barru.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah harus menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus dimaknai sebagai langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan otonomi daerah.

Menurut Mendagri, otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
Mengusung tema

“Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, serta mendorong kemandirian daerah dalam mengelola potensi yang dimiliki.

Wakil Bupati juga menyoroti sejumlah langkah strategis yang perlu dilakukan, seperti integrasi perencanaan pembangunan, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal, hingga peningkatan kolaborasi antar daerah.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan fokus pada pelayanan dasar, pengentasan kemiskinan, serta mampu merespons berbagai tantangan global, termasuk ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan perubahan iklim.

“Pemerintah daerah tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga harus proaktif dalam merumuskan kebijakan sesuai potensi dan kebutuhan daerah,” tegasnya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkep kepada tiga ahli waris pekerja, sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial.

Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan.

Upacara ditutup dengan harapan agar semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *