Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahMaros

UNICEF dan Jenewa Institute Latih “Duta Sehat” di Maros untuk Cegah Anemia dan Stunting pada Remaja Putri

132
×

UNICEF dan Jenewa Institute Latih “Duta Sehat” di Maros untuk Cegah Anemia dan Stunting pada Remaja Putri

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, Maros, 30 September 2025 – UNICEF bersama Jenewa Institute dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros kembali menggelar kegiatan Orientasi Duta Sehat, yang berlangsung di Cafe Al Fayyad dan melibatkan perwakilan siswa SMAN 1 Maros. Kegiatan ini mengusung tema “Duta Tablet Tambah Darah Sehatkan Remaja Putri Hebat”, dengan fokus memperkuat peran remaja putri sebagai agen perubahan dalam pencegahan anemia dan stunting.

Kondisi Kesehatan Remaja Masih Mengkhawatirkan

Data Dinas Kesehatan Maros menunjukkan bahwa masalah kesehatan ibu dan anak masih perlu perhatian serius. Pada 2023 tercatat 12 kematian ibu dan 63 kematian bayi, sementara 2024 mencatat 10 kematian ibu dan 64 kematian bayi.

Kondisi anemia pada remaja putri juga masih tinggi, dengan tingkat kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) baru 56,46%, meski distribusinya telah mencapai 71,99%.

Namun demikian, Maros mencatat kemajuan signifikan dalam penurunan stunting, dari 34,7% pada 2023 menjadi 22,4% pada 2024 berdasarkan data SSGI.

Harapan Besar untuk “Duta Sehat” Jadi Penggerak Perubahan

Direktur Jenewa Madani Indonesia yang diwakili Silvana Herman, S.Gz, berharap para peserta mampu menjadi peer educator di sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik bisa menjadi penggerak teman sebaya dalam perilaku gizi seimbang dan konsumsi TTD secara rutin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros dr. H. Muh. Yunus, S.Ked., M.Kes, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya pencegahan sejak dini.

“Ini adalah program jangka panjang pencegahan stunting. Kita latih remaja putri agar ke depannya tidak ada lagi yang anemia,” tegasnya.

Edukasi Dikemas Interaktif dan Kreatif

Sebanyak 36 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari Duta Sehat SMAN 1 Maros, guru UKS, tenaga kesehatan Puskesmas Turikale, dan Dinas Kesehatan.

Mereka mendapatkan materi seputar gizi seimbang, pentingnya konsumsi buah dan sayur, manajemen menstruasi, hingga literasi kesehatan di media sosial. Kegiatan juga dikemas dalam berbagai permainan edukatif, seperti dadu zat gizi mikro, cerita pangan, simulasi IMT, hingga bisik kalimat.

Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun rencana kampanye edukasi gizi melalui konten media sosial dan kegiatan rutin di sekolah.

Dengan hadirnya Duta Sehat Remaja di Kabupaten Maros, diharapkan lahir generasi bebas anemia, lebih sehat, dan siap menjadi pelopor masa depan Indonesia.

Example 120x600