DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP — Pameran pusaka dan pagelaran seni budaya kembali digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 November 2025, di Gedung Masyarakat Usman Isa Pangkajene ini menjadi momentum penting bagi komunitas budaya, pecinta pusaka, dan pemerhati sejarah.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Sidrap, Wakil Bupati Sidrap, Ketua Umum The Bugis Makassar Polobessi Club Prof. Dr. Ahmad Hube, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Wakapolres, Dandim 1420/Sidrap Letkol Awaloeddin, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, staf ahli dan asisten, kepala OPD, tokoh budayawan, serta ratusan pecinta pusaka dan seni budaya.
Season Kedua Setelah 11 Tahun Vakum
Ketua panitia, Andi Muhammad Ilham, SH, dalam laporannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan.
“Kegiatan ini dihadiri oleh komunitas dan pemerhati benda pusaka dari berbagai daerah. Ini merupakan season kedua setelah season pertama digelar 11 tahun lalu,” ujarnya.
Lebih dari 200 pusaka, termasuk berbagai jenis keris dari berbagai daerah, dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Keris Selaras dengan Pengakuan UNESCO
Ketua Umum The Bugis Makassar Polobessi Club, Prof. Dr. Ahmad Hube, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan budaya dunia.
“Orang Bugis selalu memegang keris, baik dalam suasana perang maupun damai. Keris bukan hanya benda, tetapi juga warisan nonbenda yang mengandung filosofi, seni, dan sejarah,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam dunia perkerisan terdapat 75 nama pamor, masing-masing memiliki makna simbolik dan nilai budaya tersendiri.
Bupati Sidrap: Seni Budaya adalah Warisan Tak Ternilai
Bupati Sidrap dalam sambutannya menjelaskan alasan pemilihan lokasi pameran yang sarat sejarah.
“Pameran ini dilaksanakan di tempat yang memiliki histori, yaitu rumah jabatan Bupati Sidrap pertama yang kini dijadikan museum. Seni budaya perlu kita lestarikan sebagai cerita untuk generasi mendatang,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kisah masa lalu melalui dokumentasi dan penerbitan buku-buku sejarah.
“Seni budaya adalah warisan yang tak ternilai. Kita berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan, bahkan lebih variatif seperti lomba tari dan lagu Bugis Sidenreng serta karya sastra Bugis seperti lontara’,” tambah Bupati.
Ketua umum the Bugis makassar polobessi memberikan cendramata kepada Bupati Sidrap berupa keris dan kepada wakil Bupati di serahkan sebuah buku tentang sejarah keris
Ditutup dengan Penampilan Tari Tradisional
Pembukaan pameran pusaka dan seni budaya ini ditutup dengan dua pertunjukan khas Sulawesi Selatan, yaitu:
- Tari Sere Bissu oleh komunitas bissu dari Kabupaten Bone
- Tari Sando Batu dari Kecamatan Pitu Riase
Kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya lokal serta mendorong pengembangan literasi sejarah dan pelestarian pusaka di Kabupaten Sidrap.
















