DentumNusantara.com, Makassar, 26 Juli 2025 — Tokoh pendidikan dari Kota Parepare, Muh. Samsir Husain, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Amal Nur Husen serta Pengurus Yayasan Bina Insan Parepare, turut hadir dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) VI sekaligus Milad Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, sejak 24 hingga 27 Juli 2025.
Acara akbar ini dihadiri oleh lebih dari 1.500 peserta yang merupakan perwakilan dari yayasan dan sekolah Islam terpadu dari seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Papua. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia dan ditutup secara resmi oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, mencerminkan besarnya dukungan pemerintah terhadap kiprah JSIT dalam membangun pendidikan Islam terpadu yang berkualitas di Indonesia.
Dalam sesi penutupan Munas VI, turut dilaksanakan Pelantikan Pengurus Pusat JSIT Indonesia yang baru, yaitu Ustadz Ahmad Fikri, M.Pd.NLP beserta jajarannya. Pelantikan dilakukan langsung oleh Majelis Tinggi JSIT Indonesia, Prof. Dr. Sukro Muhab, M.Pd, yang juga merupakan salah satu tokoh sentral dalam perkembangan pendidikan Islam di tanah air.
Muh. Samsir Husain menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas suksesnya kegiatan ini. “Alhamdulillah, Munas dan Milad JSIT Indonesia berjalan lancar. Ini bukan hanya ajang konsolidasi, tetapi juga perayaan atas komitmen JSIT dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter,” ungkapnya.
Selama empat hari pelaksanaan, Munas VI JSIT Indonesia diisi dengan berbagai agenda penting seperti seminar nasional dan internasional, workshop pendidikan, serta sidang-sidang organisasi. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam menyatukan visi, meningkatkan kompetensi, dan merumuskan arah baru bagi jaringan sekolah Islam terpadu di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Munas VI dan Milad JSIT Indonesia 2025 ini diharapkan mampu membawa JSIT semakin solid, adaptif terhadap tantangan zaman, dan berkontribusi lebih besar dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dalam iman, ilmu, dan akhlak.
















