Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
JabarKoalisi perempuan Indonesia

Menteri PPPA Hadiri Konsolidasi KPI, Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan

130
×

Menteri PPPA Hadiri Konsolidasi KPI, Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, JAKARTA — Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggelar Forum Konsolidasi Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur DKI Jakarta, deputi dan staf khusus menteri, istri Wakil Gubernur Jawa Barat, Sekretariat Nasional KPI, Sekretariat Wilayah dan Cabang dari berbagai daerah, serta perwakilan balai perempuan.

Ketua panitia yang juga Sekretaris Nasional KPI, Mieke, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi serta dukungan semua pihak hingga kegiatan ini dapat terlaksana. Ia menyebutkan, forum konsolidasi kali ini akan membahas lima isu utama yang berkembang di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya merumuskan langkah strategis gerakan perempuan ke depan.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan perempuan-perempuan hebat dari seluruh Indonesia. Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum konsolidasi nasional tersebut sebagai bagian dari penguatan gerakan perempuan di tanah air.

“Perempuan dan anak merupakan populasi terbesar di negara kita. Namun, jumlah yang besar ini belum sepenuhnya diiringi dengan rasa aman yang maksimal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 37.372 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan. Data tersebut menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi tantangan serius dalam mendapatkan keadilan, di mana satu dari sepuluh perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi perempuan saat ini bersifat multidimensional, mulai dari kesenjangan struktural di sektor ekonomi, politik, dan sosial, hingga dampak krisis global dan lingkungan yang meningkatkan kerentanan, termasuk dalam isu transisi energi dan partisipasi perempuan.

Oleh karena itu, ia mendorong pentingnya aksi kolektif perempuan sebagai kekuatan transformasi dalam mendorong perubahan. Pemerintah, melalui Kementerian PPPA, lanjutnya, terus berkomitmen memperkuat pengarusutamaan gender, meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, mendorong kemandirian ekonomi perempuan, serta memperluas kepemimpinan perempuan di berbagai sektor.

Menurutnya, Koalisi Perempuan Indonesia memiliki peran strategis sebagai bagian dari kekuatan gerakan perempuan yang selama ini mengonsolidasikan suara, memperjuangkan agenda politik perempuan, serta memastikan pengalaman hidup perempuan menjadi dasar dalam perubahan kebijakan.

“Kami ingin berkolaborasi dengan semua pihak untuk bergandengan tangan menyelesaikan persoalan-persoalan perempuan yang ada. Bergerak dari desa untuk Indonesia akan memberikan dampak besar,” tambahnya.

Forum Konsolidasi Nasional KPI ini dijadwalkan berlangsung hingga 12 April 2026, dengan agenda utama termasuk pemilihan Sekretaris Nasional dan presidium dari berbagai kelompok kepentingan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan arah gerakan perempuan Indonesia ke depan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *