DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP – Kepala SMP Negeri 3 Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang, Muhammad Nasir Ede, S.Pd., M.Si., Ph.D., meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Inovatif pada peringatan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Sidrap. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya dalam mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis digital bernama Simpel (Sistem Manajemen Pembelajaran), yang telah diterapkan sejak awal pandemi tahun 2021.
Ditemui di ruang kerjanya Rabu 26/11/2025, Muhammad Nasir menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan mendesak saat pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, guru dan siswa tidak dapat bertemu langsung karena pembatasan aktivitas.
“Waktu itu guru dan siswa tidak dapat bertemu karena pandemi, sehingga kami berpikir bagaimana caranya mempertemukan guru dan siswa dalam bentuk daring. Dengan aplikasi ini, proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun tanpa tatap muka,” ungkapnya.
Aplikasi Simpel ini serupa dengan LMS (Learning Manajemen System) milik kementerian pendidikan aplikasi pembelajaran daring yang populer saat ini.
Seiring perkembangan, aplikasi Simpel tidak hanya digunakan untuk kegiatan pembelajaran, tetapi juga untuk pelaksanaan ujian sekolah. Soal dimasukkan langsung ke aplikasi, dan siswa mengerjakan lewat gawai mereka masing-masing. Dengan cara ini, SMPN 3 Pangkajene berhasil mengurangi penggunaan kertas secara signifikan.
“Inovasi ini kemudian kami kembangkan untuk ujian sekolah. Anak-anak mengerjakan soal lewat aplikasi sehingga kami tidak lagi menggunakan kertas,” jelasnya.
Aplikasi Simpel terus dikembangkan untuk mendukung proses belajar mengajar jarak jauh. Siswa dapat mengakses materi pelajaran, mengerjakan tugas, dan mengikuti kegiatan sekolah dari mana saja selama tersedia jaringan internet.
Melihat minimnya minat baca siswa terhadap buku fisik, pihak sekolah juga memasukkan berbagai buku digital ke dalam aplikasi. Dengan begitu, siswa dapat membaca melalui ponsel mereka kapan pun dibutuhkan.
“Tidak bisa dipungkiri, anak-anak sekarang lebih banyak menggunakan HP dan banyak aplikasi di dalamnya, termasuk game. Biasanya mereka bisa bermain game berjam-jam. Ketika kami memberikan tugas lewat HP dan mereka mengerjakannya selama satu jam, berarti waktu bermain game berkurang satu jam,” ujarnya.
Melalui aplikasi Simpel (Sistem Manajemen Pembelajaran) Muhammad Nasir berharap siswa dapat memanfaatkan HP secara lebih positif dan produktif. Inovasi ini juga menjadi langkah konkret sekolah dalam memaksimalkan teknologi untuk kemajuan pendidikan di era digital.
Penghargaan yang diterimanya menjadi bukti bahwa transformasi digital di dunia pendidikan bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas proses belajar mengajar.
















