Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaParepareReligiUncategorized

Suasana penuh kekhusyukan kembali mewarnai gelaran Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada di Masjid An-Nida.

169
×

Suasana penuh kekhusyukan kembali mewarnai gelaran Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada di Masjid An-Nida.

Sebarkan artikel ini
oplus_131072

DENTUMNUSANTARA.COM, Parepare – Suasana penuh kekhusyukan kembali mewarnai gelaran Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare yang kali ini dilaksanakan di Masjid An Nida, Kelurahan Ujung Lare, Jalan Abu Bakar Lambogo, Jumat (3/10/2025). Sejak sebelum adzan berkumandang, jamaah sudah mulai berdatangan. Hingga iqamah dikumandangkan, barisan saf tidak hanya memenuhi ruang utama masjid, tetapi juga meluber ke serambi dan halaman luar.

Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin Majelis Syuhada ini kembali menghadirkan tokoh-tokoh penting. Bertindak sebagai imam shalat subuh adalah Ustadz Muhammad Fikri Hasyim, sementara Prof. Dr. Amaluddin, M.Hum, dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), tampil memberikan kultum penuh makna.

Sebelum pelaksanaan kultum, Drs. Mulyadi Tajuddin Ali, selaku Ketua DKM Masjid An Nida, menyampaikan sambutan hangat. Ia menegaskan bahwa kunjungan Majelis Syuhada menjadi berkah tersendiri bagi jamaah An Nida. Kehadiran ribuan jamaah, menurutnya, menunjukkan betapa besar semangat masyarakat Parepare untuk memakmurkan masjid.

“Safari subuh ini bukan hanya menambah semangat beribadah, tetapi juga mempererat ukhuwah. Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut, setidaknya sebulan sekali,” ucapnya penuh harap.

Dalam kultumnya, Prof. Amaluddin menekankan betapa pentingnya masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam. Ia mengingatkan, masjid bukan sekadar tempat shalat, tetapi juga lambang iman yang mengikat hati orang beriman.

“Siapa yang istiqamah memakmurkan masjid, terutama shalat subuh berjamaah, maka insyaAllah Allah jamin keselamatan dan akhir hidup yang baik. Orang yang menjaga shalat subuh di masjid, surga telah menantinya,” tegasnya. Dengan gaya retorika khasnya, ia juga menyindir bahwa orang yang enggan hadir ke masjid adalah orang yang merugi, bahkan ia menyebutnya sebagai “orang gila” yang mengabaikan panggilan Allah.

Kehadiran tokoh-tokoh penting semakin menambah khidmat acara ini. Terlihat hadir Muassis Majelis Syuhada, H. Baktiar Syarifuddin, SE, mantan Kepala BPKD H. Nasarong, S.Sos., MH, Ketua DPD PKS Parepare, Muh. Syamsir Husain, serta sejumlah pejabat purna bhakti, pengurus majelis taklim, dan masyarakat umum yang tumpah ruah memadati kawasan sekitar masjid.

Menanggapi usulan agar safari subuh dijadwalkan rutin setiap bulan di Masjid An Nida, H. Baktiar Syarifuddin menyampaikan bahwa Majelis Syuhada memiliki agenda yang padat di berbagai masjid. Namun, ia memastikan Masjid An Nida tetap akan masuk dalam jadwal safari tahun depan.

“Prinsip Majelis Syuhada adalah merajut kebersamaan dalam perbedaan. Kita selalu mencari titik temu, bukan perpecahan. InsyaAllah, Masjid An Nida tetap akan kita kunjungi lagi tahun depan,” ungkapnya.

Kegiatan safari subuh ini tidak hanya memberi energi spiritual, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi dan profesi. Dari kalangan pejabat, akademisi, tokoh masyarakat, hingga jamaah biasa, semuanya melebur dalam satu saf, memperlihatkan wajah persaudaraan umat Islam yang sejati.

Dengan jamaah yang terus membludak di setiap pelaksanaan, Safari Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare terbukti menjadi magnet dakwah yang konsisten membangkitkan semangat umat untuk meramaikan rumah Allah.

Example 120x600