DENTUMNUSANTARA.COM, Sidrap – Warga Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), digemparkan dengan penemuan jasad seorang wanita muda berinisial MKP (34) di salah satu wisma, Jumat (06/09/2025). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, bersimbah darah dengan luka gorok di lehernya. Peristiwa ini sontak menimbulkan kepanikan sekaligus duka mendalam bagi warga setempat.
Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif.
“Kami masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk segera mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik pembunuhan ini,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Korban diketahui berprofesi sebagai wiraswasta. Namun, keberadaan MKP di wisma tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Polisi mendalami dugaan adanya janji pertemuan atau faktor lain yang membuat korban berada di lokasi kejadian.
“Kami masih menyelidiki alasan korban berada di wisma ini,” tambah AKP Setiawan.
Dari tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk seprei, pakaian korban, serta beberapa barang pribadi lainnya yang diduga terkait dengan tindak kejahatan ini.
Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menyebutkan sempat melihat seorang pria misterius memasuki wisma sebelum tragedi terjadi.
“Kami melihat seorang laki-laki datang dengan sepeda motor, lalu masuk ke wisma itu. Tapi kami tidak tahu apa yang terjadi di dalam kamar,” ungkapnya.
Meski sempat dilarikan ke RS Nene Mallomo Pangkajene, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Polisi segera memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk memperlancar proses penyelidikan.
Peristiwa ini menimbulkan keresahan warga sekitar yang berharap pelaku segera ditangkap.
“Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya agar kami bisa merasa aman,” ujar salah seorang warga dengan nada cemas.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus bekerja keras mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut. Polres Sidrap berjanji akan memberikan perkembangan lebih lanjut begitu ada titik terang dalam penyelidikan.
















