Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahEnrekang

Gelar Baitul Arqam, Pemuda Muhammadiyah Enrekang Perkuat Konsolidasi

69
×

Gelar Baitul Arqam, Pemuda Muhammadiyah Enrekang Perkuat Konsolidasi

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, ENREKANG – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Enrekang resmi menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi para pengurus, Sabtu (30/8/2025). Acara pembukaan berlangsung di Aula Kampus I Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) dan dihadiri puluhan pengurus serta tamu undangan.

Ketua Panitia, Baharuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai 30–31 Agustus 2025.
“InsyaaAllah kegiatan ini kita angkat dengan tema Diaspora Pemuda: Kolaborasi Memajukan Enrekang. Tema ini merupakan ekstraksi dari pesan founding father Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan: Silakan ada dimana-mana tapi jangan kemana-mana. Pemuda Muhammadiyah kini hadir di ruang-ruang publik, namun tetap membawa identitas Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PDPM Enrekang, Rahmat, menegaskan bahwa Baitul Arqam menjadi ajang konsolidasi kepemudaan untuk memperkuat peran organisasi.
“Ada banyak agenda penting ke depan, salah satunya pembenahan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah. Kita perlu menghidupkan kembali kepengurusan di tingkat cabang. Selain itu, target Pemuda Muhammadiyah Sulsel adalah mencetak 10.000 kader dalam empat tahun, sehingga Enrekang juga harus berkontribusi menambah jumlah kader,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, rekrutmen kader juga menyasar masyarakat non-Muhammadiyah maupun mereka yang pernah aktif namun kini sudah tidak terlibat, agar kembali bergabung memperkuat barisan Pemuda Muhammadiyah.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Kahar, dalam sambutannya menjelaskan tentang empat pilar gerakan yang dikembangkan Pemuda Muhammadiyah, yakni Gerakan Islam Berkemajuan, Gerakan Ilmu, Gerakan Politik Kebangsaan, dan Gerakan Kewirausahaan.
“Gerakan Islam Berkemajuan menjadi tema sentral dari Muktamar ke-48. Gerakan Ilmu dimaknai sebagai amal ilmiah yang diwujudkan melalui forum akademis, penelitian, maupun pelatihan. Sedangkan Gerakan Politik Kebangsaan mengarahkan kader untuk mengambil peran strategis menjaga stabilitas negara,” papar Kahar.

Mewakili Pemerintah Daerah, Fitriyanti Sulaiman dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Enrekang, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah di berbagai bidang.
“Keberadaan Muhammadiyah selalu memberi manfaat besar, baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun sosial. Untuk Pemuda Muhammadiyah, kami berharap ada kolaborasi dalam mendidik generasi, khususnya dalam pembentukan karakter pemuda,” tuturnya.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang, Pimpinan Daerah Aisyiyah Enrekang, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Kasat Intelkam Polres Enrekang, Pimpinan Ortom Muhammadiyah, Wakil Rektor UNIMEN, serta mahasiswa UNIMEN.

 

Example 120x600