DENTUMNUSANTARA.COM, SIDRAP – Suasana Aula Kantor Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Sabtu (16/8/2025) terasa berbeda. Kursi-kursi yang biasanya hanya menjadi saksi pertemuan formal, kali ini dipenuhi wajah-wajah penuh harap dan kehangatan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 resmi menutup rangkaian kegiatan mereka dengan menggelar Seminar Hasil Program Kerja.
Kehadiran Kepala Kelurahan Bangkai, Narso, S.Sos., M.M., Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) Dr. Ir. Ar. Edward Syarif, S.T., M.T., Ketua PKK, kepala dusun, tokoh agama, tokoh wanita, tokoh pemuda, hingga masyarakat setempat, menjadikan acara ini begitu hangat sekaligus penuh arti.
Dalam sambutannya, Dr. Edward Syarif menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan masyarakat. “Atas nama Universitas Hasanuddin, kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan hangat masyarakat Bangkai kepada anak-anak kami. Terima kasih bukan hanya kepada Pak Lurah dan staf, tapi juga kepada para tokoh dan seluruh warga. Kami juga mohon maaf apabila ada tingkah laku atau ucapan yang kurang berkenan, baik disengaja maupun tidak,” ucapnya tulus.
Ia pun menitip harapan agar program kerja yang telah ditanamkan mahasiswa KKN tidak berhenti sampai di sini, melainkan bisa terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Kelurahan Bangkai, Narso, S.Sos., M.M., membalas dengan apresiasi tinggi. Baginya, kehadiran mahasiswa KKN telah membawa semangat baru di tengah masyarakat. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kerja keras adik-adik mahasiswa. Kehadiran kalian meninggalkan kesan mendalam. Jika ada kekurangan selama kalian di sini, mohon dimaafkan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Puncak acara menjadi momen paling mengharukan ketika Muh Trizky Zulhijas, Koordinator Desa (Kordes) KKN Bangkai, menyampaikan rasa terima kasihnya. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia berkata,
“Terima kasih kepada Pak Lurah dan staf yang tak pernah lelah mendukung kami, juga kepada masyarakat Bangkai yang begitu kooperatif. Kebersamaan kita memang singkat, tapi sangat berarti. Rasanya sudah seperti keluarga sendiri,” tutur Trizky yang kemudian terhenti oleh haru.
Linangan air mata tak hanya jatuh dari matanya, tapi juga membasahi banyak wajah di ruangan itu. Seisi aula larut dalam suasana emosional yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Seminar hasil yang awalnya terasa formal, berubah menjadi penutup manis penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Tak ketinggalan, tokoh agama sekaligus Ketua Baznas Kabupaten Sidrap, H. Mustari, yang juga imam desa, turut menyampaikan kesan dan pesan. Ia menitipkan harapan khusus kepada pihak kampus.
“Kami berharap, ke depan mahasiswa Unhas yang KKN di sini bisa lebih banyak berkontribusi di bidang religi, misalnya dengan memberikan ceramah atau khutbah Jumat di masjid-masjid. Hal ini bisa menjadi wujud nyata pengabdian yang tidak hanya bermanfaat bagi pembangunan desa, tetapi juga bagi pembinaan iman masyarakat,” ucapnya.
Di balik paparan tujuh program kerja yang terdiri dari lima program individu dan dua program kelompok, terselip kisah persaudaraan, keakraban, nilai religius, dan pelajaran hidup yang akan dikenang selamanya.
Hari itu, bukan hanya tentang laporan kerja, melainkan juga tentang perpisahan yang sarat makna. Kebersamaan singkat itu mungkin telah berakhir, namun jejaknya akan selalu tinggal di hati masyarakat Bangkai dan para mahasiswa Unhas Gelombang 114.
















